Tampilkan postingan dengan label Kuliner Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner Jogja. Tampilkan semua postingan
17:41

ViaVia Travelers Cafe-Restaurant, Paduan Citarasa Timur dan Barat

by , in


ViaVia yang berada di Jalan Prawiritaman 30 Yogyakarta merupakan sebuah tempat yang berkonsep sharing atau meeting place berbagai budaya dari seluruh penjuru dunia. Dengan kata lain, sebagai tempat pertemuan orang-orang dari kebudayaan yang berbeda untuk saling tukar pendapat, tukar pengalaman, tukar ide, dan lain-lain.

ViaVia pertama kali dibentuk oleh beberapa orang Belgia. Setelah kelahiran ViaVia yang pertama di Belgia, kemudian munculah ViaVia lain yang sekarang sudah tersebar di 12 tempat di 4 benua. ViaVia di Jogja sendiri berdiri tahun 1995. Bermacam menu makanan tersedia di sini, baik yang bercitarasa lokal, internasional, maupun perpaduannya.

Selain sajian makanan, setiap ViaVia sebenarnya juga mempunyai aktivitas yang sangat khas, sesuai dengan budaya lokal masing-masing. ViaVia Jogja mempunyai aktivitas perjalanan wisata. Selain itu juga memberi kesempatan bagi para seniman untuk memamerkan karyanya, untuk pemutaran film, debat dan diskusi, dan lain-lain.

ViaVia Jogja menaarkan sejumlah menu unggulan, diantaranya: Aubergine Salad with Avocado and Pecorino Cheese, Middle Eastern Mezze with Calamari, dan Mixed beerboard.

Aubergine Salad with Avocado and Pecorino Cheese adalah kreasi dari sang pemilik ViaVia Jogja. Merupakan kombinasi dari tiga rasa, yaitu alpukat, aubergine atau terong, dan keju yang disajikan dengan sepotong roti tawar. Sang pemilik mencoba menyajikan citarasa keju pecorino yang kuat dan kelembutan rasa dari aubergine yang dimasak pan fried dengan sedikit minyak zaitun dan alpukat. Anda bisa merasakan citarasa yang unik ini dalam porsi appetizer atau main course.

Lalu Middle Eastern Mezze with Calamari. Sebagai tempat pertemuan berbagai budaya, ViaVia Jogja juga membuktikannya dalam beberapa menunya. Makanan khas Timur Tengah pun disajikan di sini. beberapa rangkaian masakan yang disajikan dalam satu piring dengan beberapa kondimen. Seperti calamari atau cumi goreng, cha pati atau adonan tepung yang dibakar, taboule, dan salad.

Semua itu disajikan dengan kondimen berupa hummus, terbuat dari chick pea yang dicampur bermacam herb dan yogurt. Ada pula olive tapenade; buah zaitun hitam yang dicampur dengan lemon, olive oil, dan sebagainya. Dan juga tzatziki, yaitu yogurt dan ketimun yang dicampur dengan garlic yang kuat.

Mixed beerboard adalah sajian yang banyak digemari para pelanggannya. Biasanya, sajian appetizer ini dijadikan teman menikmati beer. Dalam satu sajian berisi potongan-potongan tahu, tempe, singkong goreng yang lembut, dan tortilla chips atau keripik jagung. Sebagai kondimen atau sausnya adalah mustard, saus tomat manis atau tomat yang ditumbuk halus, dan sambal ala Indonesia. Inilah satu sajian yang menunjukkan taste tradisional dan internasional.

Sumber: Majalah Kabare, edisi Maret 2011.

19:31

Bebek Tepi Sawah (BTS) Ubud cabang Jogja, Menu Lokal Selera Internasional

by , in
Bebek goreng crispy, atau crispy duck adalah menu paling jagoan di restoran ini. Rasanya crispy atau renyah tanpa lemak. Daging bebeknya lembut begitu masuk di mulut. Bebek yang identik dengan aroma amis, tidak ditemui di menu ini. Disajikan bersama sayur kacang panjang khas Bali dengan padu padanan sambal matah dan irisan bawang merah, serai dan cabai rawit memanjakan selera kuliner penikmatnya.

Tidak heran jika menu yang dimiliki Bebek Tepi Sawah (BTS) Ubud ini tak hanya disukai lidah orang lokal saja, namun juga lidah bule. Kesan orang terhadap menu berbahan bebek identik dengan alot atau berbau amis. kesan itu juga yang muncul saat awal mula I Nyoman Sumerta mendirikan Bebek Tepi Sawah di Ubud, Bali tahun 1999.

Untuk meyakinkan pembeli, tidak jarang I Nyoman Sumerta memberikan jaminan, jika bebek yang menjadi menu di tempatnya alot atau konsumen tidak suka maka tidak perlu bayar.

Hasilnya, ternyata bukan hanya lidah orang Indonesia yang merasa cocok dengan masakan BTS, namun juga sesuai dengans elera wisatawan asing yang datang ke BTS di Ubud, Bali. Bahkan tidak sedikit, tamu-tamu yang berkunjung ke BTS hanya meminta menu bebek crispy ini meski di tempat ini banyak menu lain.

Pada September 2013, BTS di Ubud dikunjungi Miss World 2013. Bukan hanya berkunjung, mereka juga menikmati menu kuliner Bali ini. Efeknya luar biasa, semakin banyak bule-bule yang jatuh cinta dengan BTS. Bahkan sebuah situs travel internasional terkemuka pernah menempatkan restoran ini di ranking pertama dalam katagori restoran terbaik di Ubud.

"Ini membuktikan bahwa menu kuliner lokal atau asli Bali disukai dan memiliki cita rasa atau selera internasional," kata I Nyoman Sumerta. Tidak hanya wisatawan yang jatuh hati pada masakan BTS, bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta keluarga pernah berkunjung ke retoran ini. Demikian pula keluarga besar mantan Presiden Soeharto, mantan Presiden Megawati, para selebritas nasioal maupun internasional.

Banyaknya permintaan masyarakat terhadap BTS agar membuka cabang di kota-kota lain, membuat BTS mengembangkan sayap membuka cabang di kota-kota besar di Indonesia, seperti jakarta, Tangerang, Surabaya, Makassar, Batam dan Yogyakarta, bahkan juga dari luar negeri yakni Singapura serta Malaysia.

I Nyoman Sumerta menjamin tidak ada perbedaan cita ras antara cabang dengan BTS Ubud. Hal ini selain bumbunya khas Bali, standar pelayanannya juga sama. Di Yogyakarta, meski baru soft-launching pada 19 April 2014 BTS Yogyakarta menjadi salah satu destinasi kuliner baru yang menarik warga Yogyakarta dan wisatawan baik dalam maupun luar negeri yang datang.

"Ada yang sampai nambah karena enaknya menu disini," kata Rahadi Saptata Abra. Komisaris BTS Ubud - Jogja. Selain cripsy duck atau bebek cripsy menu-menu lain diantaranya Bebek Betutu, Ayam Asap Goreng, Ayam PAnggang Tepi Sawah, Ayam Goreng, Steak serta menu-menu pendukung.

Sumber: harian Kedaulatan Rakyat, Rabu Pahing, 28 Mei 2014.

19:27

Bebek Tepi Sawah (BTS): Destinasi Baru Kuliner Jogja, Bukan Sekadar Soal Rasa

by , in
Bebek Tepi Sawah (BTS) Ubud cabang Jogja bisa disebut sebagai satu-satunya cabang yang paling memiliki kemiripan dengan BTS pusat di Ubud, Bali. Berada di Jalan Damai No. 78, Mudal, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, retoran ini memiliki view lengkap tepi sawah yang menyatu menjadi bagian dari BTS Ubud cabang Jogja, sama seperti BTS Ubud Bali.

Yogyakarta sebagai kota budaya, pelajar, pariwisata juga menyandang sebagai kota Meeting, Insentive, Conference and Exhibition (MICE). Predikat tersebut bukan tanpa alasan. Di Yogyakarta banyak terdapat hotel dan gedung pertemuan memiliki standar MICE yang selalu siap menggelar berbagai kegiatan baik skala nasional maupun internasional.

Kehadiran BTS Ubud cabang Jogja juga menjadi destinasi baru yang bukan sekadar menjadi tempat tempat makan. Keberadaannya menjadi daya dukung bagi acara-acara MICE yang diadakan di Yogyakarta. "Pengalaman kami menyelenggarakan acara MICE, seringkali peserta kesulitan mencari tempat makan yang nyaman menurut standar kalangan menengah atau bahkan untuk tamu VVIP. Nah, BTS cabang Jogja hadir karena adanya kebutuhan itu," kata Eddy Purjanto, Direktur Utama PT. Amerta Caya Parama, perusahaan yang mengelola BTS Ubud - Jogja, sekaligus pemegang hak waralaba BTS Ubud untuk area DIY dan Jawa Tengah.

Belum ada satu bulan dibuka di Yogya, sudah ada 3 besar Indonesia yang membuktikan kenyamanan serta lezatnya menu di BTS Ubud Yogyakarta. Tiga duta besar tersebut yaitu Andri Hadi (Duta Besar RI untuk Singapura), Djauhari Oratmangun (Duta Besar RI untuk Rusia) dan Retno Marsudi (Duta Besar RI untuk Belanda).

"Jogja selalu dekat di hati, Bebek Tepi Sawah, membuat Jogja semakin lengket di hati. Dari sajian beraneka adonan bebek yang tiada tara rasany, pelayanan yang khas Jogja, suasana persawahan yang kental dengan hirupan udara segar. Ramuan yang membuat beta ingin selalu kembali. Selamat atas pembukaan Bebek Tepi Sawah Ubud cabang Jogja. Spasibo Bolshoi, from Russia with Love". Gebitulah pernyataan Dubes RI untuk Rusia Djauhari Oratmangun usai berkunjung dan menikmati menu di BTS Ubud cabang Jogja belum lama ini.

Bukan hanya Dubes RI untuk Rusia yang mendapatkan kesan tak terlupakan setelah berkunjung ke BTS Jogja, Dubes RI untuk Belanda Retno MArsudi menyebut BTS sebagai 'Makanan tradisional dengan rasa dan penyajian kelas internasional".

Dubes RI untuk Singapur Andri Hadi menyatakan Yogyakarta menjadi salah satu favorit destinasi wisata bagi warga Singapura karena menawarkan keindahan baik dari segi budaya, obyek wisata yang menarik surga belanja dan wisata kuliner.

"Kehadiran BTS Ubud cabang Jogja memberikan daya tarik tersendiri karena pengunjung dapat menikmati sajian utama bebek goreng yang lain dari yang lain. Dengan kualitas rasa dan mutu, serta penyajian berstandar internasional serta harga yang relatif terjangkau, resto Bebek Tepi Sawah akan menambah menariknya Yogyakarta sebagai ikon wisata kuliner tidak hanya bagi turis mancanegara dari Singapura namun juga turis domestik tidak perlu ke Bali untuk menikmati cita rasa bebek yang unik ini," papar Andri Hadi panjang lebar saat berkunjung ke BTS Ubud cabang Jogja belum lama ini.

Salah satu nilai lebih BTS cabang Jogja selain soal rasa juga higeinisitas. Menyadari bahwa BTS Ubud memiliki standar tinggi dalam pelayanan, bahan baku terbaik, cara memasak yang didukung dengan fasilitas dapur berstandar hotel berbintang, hingga hidangan sampai di meja konsumen menjadi perhatian. Embel-embel internasional, bukan hanya soal rasa namun semua aspek yang terkait.

Beroperasi mulai pukul 10.00 hingga last order pukul 22.00, BTS Ubud cabang Jogja memiliki kapasitas 148 seat dengan konsep terbuka serta memiliki interior khas Bali. Lokasi ini juga memungkinkan digunakan untuk rapat-rapat informal atau menjamu kolega penting karena ada beberapa bangunan yang dibuat terpisah. sambil menikmati menu khas Bali pengunjung bisa menikmati nuansa tradisional yang eksotis karena lokasinya di tepi sawah. Bagi yang ingin datang untuk merasakan cita rasa menu di BTS Ubud cabang Jogja ini tidak ada salahnya untuk melakukan reservasi terlebih dulu untuk menghindari tidak mendapatkan kursi karena penuhnya pelanggan.

Sumber: harian Kedaulatan Rakyat, Rabu Pahing, 28 Mei 2014.

19:45

Gudeg Mercon Bu Tinah di Kranggan

by , in
Gudeg buatan Bu Tinah ini boleh dibilang cukup ekstrim. Rasa yang melekat kuat di lidah bukanlah gurih-manis seperti gudeg original khas Jogja.

Gudeg super pedaslah rasa yang coba ditawarkan Bu Tinah. Kalau Anda pernah menjajal sensasi oseng-oseng mercon yang juga banyak dijual di seputaran Jogja, di warung inilah Anda mendapatkan sensasi rasa baru, yaitu gabungan keduanya.

Gudeg basah khas Jogja yang gurih-manis dicampur dengan oseng-oseng tempe lombok ijo yang cukup pedas. Anda yang menggilai menu pedas, sajian gudeg mercon Bu Tinah ini recommended.

Di saat lapar mengetuk-ngetuk di malam hari, segeralah meluncur ke Jl. Asemgede, Kranggan. Di situ Anda akan menemukan sebuah warung sederhana berpayung lembaran terpal yang mulai buka pukul 21.00. Di situ pula, Anda dapat mengisi perut dengan menu gudeg kreasi baru racikan Bu Tinah.

Sambil bersila di badan trotoar, Anda akan sekaligus merasakan dobel romantisme Jogja; menu legendaris kreasi baru, plus nuansa hangat bersahabat kota gudeg di malam hari.

Sumber: Majalah Kabare, edisi Desember 2012 (Teks: FA Herru, foto: Albert)
16:47

Sensasi Soto di Pojok Pasar Beringharjo

by , in
Kalau sekali waktu Anda ke Malioboro, cobalah cari warung soto daging sapi Pak Mul. Di sini Anda akan mendapatkan sensasi yang berbeda.

Di tengah ramainya orang-orang berseliweran menyusur lorong pertokoan di Malioboro dan yang hendak berbelanja di Pasar Beringharjo, Anda menyantap soto daging sapi panas.

Warung yang berdiri tahun 1985 ini berlokasi di pojok utara pasar Beringharjo. Warung ini hanya menempati bagian pojok gedung pertokoan yang berukuran kira-kira 2,5 x 2 meter. Hanya ada dua meja panjang di samping kanan dan kiri, dan satu bangku kayu panjang di tengahnya.

Kalau penuh pengunjung, Anda harus duduk beradu punggung dalam satu bangku dengan pengunjung lain. Di situ maksimal hanya bisa ditempati delapan orang. Kalau selesai menyantap dan ingin keluar, Anda pun harus permisi lebih dulu kepada pengunjung lain, agar mereka bersedia menyingkir sebentar supaya Anda bisa lewat.

Meski tampak kurang nyaman, tapi justru di situlah letak sensainya. Menyantap soto panas di ruang sempit. Karena suasana yang begitu, warung ini justru banyak jadi jujugan pelancong. Mereka yang dulu pernah sekolah di Jogja dan menjadi pelanggan pun tak kemudian melupakan jika suatu saat kembali ke Jogja. Mereka pun kemudian menamainya warung “Soto Sempit”.

Soto daging sapi Pak Mul segar dan sedap. Dalam semangkuk berisi nasi, daging sapi, dan babat. Harganya pun tak mahal, hanya 7.000 rupiah semangkuk. Warung ini buka setiap hari, dari pukul 09.00 – 16 00.

Sumber: Majalah Kabare, edisi Maret 2011.

13:42

Foie Gras ala Paprika Restaurant Hotel Phoenix Yogyakarta

by , in


Prancis tak hanya termasyhur karena keberadaan menara Eiffel di Kota Paris. Negeri asal Napoleon Bonaparte ini juga dikenal memiliki ragam kuliner yang khas, elegan, dan bercitarasa tinggi. Masakan Prancis yang didominasi penggunaan wine, krim mentega, serta aneka ragam saus, sudah begitu kondang sejak lama.

Foie gras yang berarti hati berlemak, salah satunya. Ini adalah masakan eksklusif dari Prancis. Foie gras terbuat dari hati angsa yang dimasak dengan bumbu-bumbu spesial, di antaranya Porto wine dan lemak angsa untuk dapat menambah aroma sangat sedap dan khas.

Dalam kultur masyarakat Prancis, menu ini biasanya hanya disantap sekali dalam setahun, yaitu ketika menyantap makanan saat merayaan Natal. Meski terkenal sebagai sajian khas Prancis, santapan hati angsa ini pertama kali muncul justru di Mesir. Orang-orang Bulgaria pun tercatat telah membuatnya sejak 2000 tahun lalu.

Untuk menikmati foie gras, tentu Anda tak perlu terbang ke negeri romantis itu. Di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, pun ada restoran yang menyediakan menu-menu khas Prancis. Di Yogyakarta, foie gras dapat Anda santap di Paprika Restaurant Hotel Phoenix Yogyakarta. Hotel ini menyediakan tiga menu foie gras; yaitu foie gras cappuccino, foie gras artichokes, dan our legendary foie gras ravioli.



  • Foie gras cappuccino: Kelezatan hati angsa yang disajikan dengan segarnya nanas dan apel. Ditambah juga dengan lembutnya foam milk dan truffle oil.
  • Foie gras artichokes: Hati angsa yang disajikan dengan artichoke organik goreng renyah, ditambah saus apel caramel dan rasberry.
  • Foie gras ravioli: Inilah menu legendaris sajian Hotel Phoenix. Sajian ravioli yang diisi hati angsa dan disajikan di atas jamur dan truffle oil saus.

Sumber: Majalah Kabare, edisi Januari 2011.

My Instagram